Senin, 01 April 2019

Invasi Jepang, Depresi Ekonomi Adalah Pintu Gerbang

Depresi ekonomi yang terjadi di tahun 1930 merupakan pintu masuk jepang untuk merebut hati rakyat Indonesia. Di tengah mahalnya harga sembako dan merebaknya berbagai macam penyakit. Pedagang sekaligus mata-mata jepang menjual berbagai macam kebutuhan hidup rakyat dengan harga yang sangat murah. Jendral hoegeng di masa kecilnya memberikan kesaksian bahwa terdapat salah seorang jepang yang memiliki usaha toko kelontong dengan harga murah kemudian ketika jepang datang, orang itu merupakan salah satu perwira tinggi angkatan laut jepang. Tidak hanya itu, mata-mata jepang juga banyak yang menyamar sebagai jurnalis.

Jumat, 15 Februari 2019

Mohammad Husni Thamrin (Mat Seni)


Mohammad Husni Thamrin lahir di Sawah Besar, 16 Februari 1894 dari pasangan Thamrin Mohammad Tabrie (Bibit) dan Noerhamah. Thamrin Mohammad Tabrie merupakan seorang Indo yang memiliki ayah yang berasal dari Inggris dan bernama George Anton Ort dengan seorang nyai. Menurut pradipto niwandhono, Tabrie merupakan golongan pertama hasil dari perkawinan dengan nyai dan disebut liplap, sedangkan Thamrin yang merupakan garis keturunan kedua disebut grobiak. Tabrie kecil pada saat itu ingin dibawa oleh ayahnya ke Inggris agar mendapatkan kewarganegaraan inggris. Akan tetapi ayahnya meninggal terlebih dahulu dan Tabrie diasuh oleh Mohammad Tabrie. George Anton Ort juga meninggalkan sebuah hotel mewah pada saat itu yaitu hotel Ort De Rijwick Batavia yang kemudian dikelola oleh temannya.

Kamis, 14 Februari 2019

Kejayaan Gula dan Depresi Ekonomi 1930


Istilah disitu ada gula pasti ada semut sering kali kita dengar, mungkin ungkapan ini muncul ditahun 1918-1930an. Ini mungkin loh ya, karena belum ada sumber sejarah yang mengatakan demikian ini hanya kemungkinan saja. Pasca perang dunia I, Hindia Belanda menerapkan kebijakan penanaman padi dengan skala besar karena pada saat itu, harga beras sedang meningkat tajam. Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya. Akan tetapi kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Tepatnya, pada tahun 1920 harga komoditas dunia berubah.

Kamis, 31 Januari 2019

Belanda, Hindia Belanda, dan Politik Etis untuk Kaum Liberal


Kebijakan yang diambil untuk tanah Hindia Belanda tidak dapat dilepaskan dari kondisi politik di negeri induk (Belanda). Kita patut mengetahui siapa yang menguasai parlemen di negeri induk agar dapat menginterpretasikan kebijakan bagi tanah Hindia. Jika kita mengkaji dari sudut pandang sosiologi hukum, kebijakan yang dikeluarkan negeri induk bagi tanah Hindia sangat bertolak belakang dari norma dan nilai yang ada di masyarakat Hindia. Hal itu tidak terlepas dari pengaruh revolusi industri yang menjadikan politisi-politisi negeri Belanda semakin tamak dan rakus untuk kepentingan perutnya. Proses industrialisasi di tanah Hindia terus berkembang pesat, sebenarnya proses industrialisasi tidak hanya dilakukan oleh orang-orang Belanda yang menancapkan kepentingan perutnya di tanah Hindia. Akan tetapi kerajaan-kerajaan Nusantara yang dapat beradaptasi dengan zaman juga melakukan proses industrialisasi dengan mendirikan pabrik-pabrik gula.

Sabtu, 05 Januari 2019

Max Havelaar, Terusan Suez, dan Hindia Belanda


Menurut Djoko Soekiman dalam Kebudayaan Indies, novel yang lahir di zamannya dapat dijadikan sebagai sumber primer dalam sejarah. Hal itu terjadi karena penulis melahirkan karyanya atas dasar pengalamannya. Tentu itu juga memiliki kelemahan karena unsur kunci dari novel adalah imajinasi. Novel karya Multatuli (Ernest Douwes Dekker) yang berjudul Max Havelaar saya gunakan sebagai alat perangsang imajinasi zaman.

Selasa, 01 Januari 2019

Perang Dunia I dan Hindia Belanda


Perang Dunia I dan Hindia Belanda, Perang dunia I memiliki berbagai macam bumbu penyebab, bukan penyedap loh ya. Inti dari permasalahan pemicu Perang Dunia I adalah perebutan daerah pemasaran dan juga sumber bahan mentah untuk kepentingan industri mereka, yang kemudian menimbulkan sikap saling curiga dan pecah ketika bumbu-bumbu penyebab lain muncul. Lalu di tahun 1914-1918 Hindia Belanda keadaannya bagaimana sih? Di Hindia Belanda baru lahir sebuah organisasi besar pasca Budi Utomo, yaitu Sarekat Islam (Mendapatkan pengakuan legal tahun 1914).

Jumat, 28 Desember 2018

Nyai atau Gundik

AAsal kata nyai atau dalam sebutan buku" sejarah adalah gundik. Nyai merupakan perempuan gula-gula bagi orang-orang eropa. Nyai ada karena pada saat itu J. P. Coen meminta untuk dikirimkan perempuan-perempuan bagi para serdadunya. Akan tetapi yg datang adalah perempuan yangg tidak berkualitas atau dalam kata lain perempuan buangan.