Rabu, 23 November 2016

Memaknai Sumpah Pemuda Melalui Sang Saka Merah Putih

Delapan puluh delapan tahun sudah peristiwa Sumpah Pemuda berlalu. Peristiwa yang memberikan gambaran kepada kita akan janji yang diucapkan oleh para pemuda yang berintikan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Melalui peristiwa itulah lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan. Sebuah hal yang unik adalah tidak ditampilkannya proses pemilihan bendera kebangsaan Indonesia yaitu Merah Putih.

     Ternyata para pemuda telah sadar bahwa bendera Merah Putih telah menjadi sebuah simbol penghormatan yang sangat penting bagi rakyat Indonesia. Di Indonesia Timur tepatnya di pulau buru, bendera Merah Putih dipercaya memiliki kesaktian dan biasa digunakan untuk menghiasi rumah persembahan yang diberi nama huma-koni. Di wilayah Jawa Barat, Merah Putih biasa digunakan sebagai umbul-umbul yang diletakkan di sawah dan memiliki arti sebagai sebuah simbol penghormatan dan keceriaan rakyat Jawa Barat.
Masyarakat Jawa menggunakan warna merah dan putih sebagai sebuah simbol keselamatan. Kedua warna itu diwujudkan oleh masyarakat Jawa dalam bentuk bubur merah dan bubur putih yang disajikan dalam setiap upacara pergantian nama. Warna merah dalam bubur itu berasal dari gula Jawa (jenang abang), sedangkan warna putih berasal dari bubur beras.
Warna Merah dan Putih ternyata memiliki arti yang sangat luhur bagi masyarakat Indonesia pada saat itu. Merah memiliki sebuah arti keinginan dan kemauan yang kuat, sedangkan putih memiliki arti suci dan lambang dari sifat ketuhanan. Melalui warna, manusia dapat tergerak hatinya dan dapat merasakan apa yang terlihat serta dapat menggerakkan hatinya untuk bertindak.
Warna Merah dan Putih mengartikan bahwa bangsa Indonesia harus memiliki jiwa yang berbudi luhur, bersemangat pantang menyerah, dan berani karena benar. Berani karena benar memberikan arti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berani mengatakan sebuah kebenaran meskipun ditekan oleh siapapun. Keberanian itu berlandaskan kesucian yang berusaha mewujudkan cita-cita masyarakat Indonesia yang sejahtera.
Warna Merah dan Putih mengajarkan kepada kita bahwa kebenaran harus diucapkan bukan disembunyikan karena adanya rasa takut di dalam hati. Ketakutan itulah merupakan sebuah perasaan yang digiring oleh setan untuk tidak dapat mengatakan hal yang sebenarnya (kejujuran). Mohammad Hatta mengajarkan bahwa kejujuran kami melarang kami menjadi orang penakut. Mohammad Hatta sadar bahwa kejujuran bangsa Indonesia kelak dapat membawa kemerdekaan apabila seluruh bangsa Indonesia berusaha untuk ikut serta menegakkannya. Tegaknya kejujuran dalam sebuah negara bukan karena pemimpinnya saja, akan tetapi pondasi yang kuat dari rakyat akan membuat kejujuran itu dapat bertahan lama.
Kejujuran yang ada dalam setiap pemuda Indonesia kemudian membawa mereka berani meneriakkan Indonesia Merdeka. Teriakkan Indonesia Merdeka merupakan sebuah bentuk pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi pembuangan oleh pemerintah Kolonial. Teriakkan pemuda Indonesia itu merupakan sebuah simbol keberanian dan kesucian hati untuk melawan penindasan yang berulangkali dilakukan oleh pemerintah Kolonial.
Oleh sebab itu, melalui sejarah perjuangan bangsa dan Sumpah Pemuda, masyarakat Indonesia diharapkan kembali mampu memiliki warna Merah (semangat) dan Putih (suci dalam pikiran) di setiap hati rakyatnya yang kini sudah mulai luntur. Rakyat yang memiliki jiwa seperti itu akan ikut serta membangun Indonesia untuk mengembalikan masa jayanya di masa silam. Jiwa yang demikian tidak menghendaki hanya pemimpinnya saja yang bekerja keras dan dirinya berpangku tangan serta terus menyalahkan kinerja pemerintah. Akan tetapi rakyat juga harus bergotong-royong untuk bersama-sama mewujudkan janji kemerdekaan. Janji kemerdekaan itu terwujud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Oleh sebab itu, makna warna Merah dan Putih sekarang ini bisa kita terapkan dengan cara menjadi warga negara yang memiliki semangat membangun negara dengan bekerja keras. Salah satu contoh yang dapat kita lihat adalah kemenangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir dalam olimpiade Rio 2016 yang mampu mengibarkan warna Merah dan Putih. Kita juga dapat seperti mereka melalui cara yang sedikit berbeda, misalkan mahasiswa untuk menunjukkan warna Merah dan Putih tersebut mahasiswa harus rajin belajar meskipun tertatih-tatih.

Tidak hanya mahasiswa, pekerja swasta, pegawai negeri, pedagang dan pekerja lainnya seperti tukang becak dan sopir angkutan juga dapat menunjukkan kedua buah warna bendera kebangsaan kita itu dengan cara bekerja keras membangun ekonomi keluarga yang secara tidak langsung ikut serta membangun ekonomi bangsa. Semangat kerja keras itu juga sesuai dengan ungkapan Presiden Joko Widodo yang selalu mengatakan kerja, kerja, kerja. Maka usaha yang dilakukan oleh rakyat merupakan langkah untuk mendukung pemerintah dalam rangka membangun bangsa Indonesia yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar