http://www.geheugenvannederland.nl/
http://www.delpher.nl/
"staat" download free. Electronic library. Finding books BookFi
Volksraad jaarboekje [microform] | National Library of Australia
NMVW-collectie
De Gids. Jaargang 87 · dbnl
Dutch Colonial maps - Leiden University Libraries
Bianglala Budaya Rekam Jejak 95 Tahun Kongres Kebudayaan 1918-2013 - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Archives » Nederlandsche Bank - Zoeken: indonesia | gahetNA
kalo mau copas boleh kok, asal dicantumkan alamatnya. silahkan download Peran M. H. Thamrin dalam Volksraad (1927-1941) di http://eprints.uny.ac.id/26469/ Semangat Belajar ! Alumni Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta dan Alumni Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret
Rabu, 19 Oktober 2016
Minggu, 17 Juli 2016
Pradipto
Niwandhono. 2011. Yang ter(di)lupakan. Djaman baroe.
1. Kaum
indo, kelompok mayoritas mereka lebih banyak menempati posisi menengah ke bawah
dalam perusahaan swasta maupun jenjang birokrasi. Pada saat itu di dalam
masyarakat tersebut orang Indo menjadi suatu permasalahan karena mereka menjadi
suatu kelompok miskin tersendiri. Dari masyarakat pemukim tersebut. 25.
Selasa, 03 November 2015
Mengapa bahasa Melayu dijadikan sebagai bahasa Nasional? Mengapa tidak bahasa Jawa yang memiliki jumlah pengguna terbanyak di Indonesia?
Kedua buah pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan
yang sederhana akan tetapi sulit untuk dijawab. Tulisan ini akan mencoba untuk
menjawab kedua buah pertanyaan tersebut. Sebelum mencoba menjawab, terlebih
dahulu penulis akan mengkaji fungsi bahasa.
Kamis, 20 November 2014
bukan?
bukankah hatta ketika itu muda?
bukankah kartini itu tahu agamanya?
bukankah nabi besar sedikit pengikutnya?
ya, begitu adanya ketika mereka panas membara dan hanya peduli cita !
kamu? hatimu seperti mereka?
cerdasmu seperti mereka?
tidak juga jawabnya
mereka mewariskan cita sama seperti panas membaranya semangatmu
bukankah kematian akan datang?
tapi mengapa takut akan datangnya?
bukan juga ketakutan akan neraka, bukan?
tapi manisnya dunia sekam neraka dalam akhirat
terus terus lari !
kejar kejar mereka meski dibui !
mati, matilah meninggalkan cita mereka !
Yogyakarta, 2 Februari2014
bukankah kartini itu tahu agamanya?
bukankah nabi besar sedikit pengikutnya?
ya, begitu adanya ketika mereka panas membara dan hanya peduli cita !
kamu? hatimu seperti mereka?
cerdasmu seperti mereka?
tidak juga jawabnya
mereka mewariskan cita sama seperti panas membaranya semangatmu
bukankah kematian akan datang?
tapi mengapa takut akan datangnya?
bukan juga ketakutan akan neraka, bukan?
tapi manisnya dunia sekam neraka dalam akhirat
terus terus lari !
kejar kejar mereka meski dibui !
mati, matilah meninggalkan cita mereka !
Yogyakarta, 2 Februari2014
HATTA
Negeri, negeri pertiwi nan suci
merdeka dengan darah dan air mata
terlunta akan pemuda yang ingkar akan cita-cita bangsa
lupa, lupa akan arti merdeka
bukan diri ini yang merdeka tapi bangsa dan negaranya
musuh seharusnya tidak ada tetapi semua merasa jumawa
aku? aku hanyalah pemuda yang ingin seperti dirimu
berani dalam diam dan takut akan kekuasaan
harta? sedikit pun dirimu tidak memikirkannya
aku? aku hanya ingin seperti dirimu !!!
aku hanya ingin seperti dirimu !!!
Yogyakarta, 6 Februari 2014
merdeka dengan darah dan air mata
terlunta akan pemuda yang ingkar akan cita-cita bangsa
lupa, lupa akan arti merdeka
bukan diri ini yang merdeka tapi bangsa dan negaranya
musuh seharusnya tidak ada tetapi semua merasa jumawa
aku? aku hanyalah pemuda yang ingin seperti dirimu
berani dalam diam dan takut akan kekuasaan
harta? sedikit pun dirimu tidak memikirkannya
aku? aku hanya ingin seperti dirimu !!!
aku hanya ingin seperti dirimu !!!
Yogyakarta, 6 Februari 2014
kita pengkhianat bangsa
lantang lantang lantang suara mereka !
berbahasa lembut nan santun bungkus intelektual mereka !
mati? ya mereka mati bukan demi uang !
mereka hanya ingin kebebasan !
kebebasan yang tidak menindas !
kita? generasi yang lupa akan mereka !
kita? sampah nurani durhaka !
kita? kita? kita? harapan?
hah buang saja disudut hatimu pahlawanku !
Yogyakarta, 6 Februari 2014
berbahasa lembut nan santun bungkus intelektual mereka !
mati? ya mereka mati bukan demi uang !
mereka hanya ingin kebebasan !
kebebasan yang tidak menindas !
kita? generasi yang lupa akan mereka !
kita? sampah nurani durhaka !
kita? kita? kita? harapan?
hah buang saja disudut hatimu pahlawanku !
Yogyakarta, 6 Februari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)